Showing posts with label thoughts. Show all posts
Showing posts with label thoughts. Show all posts

Candy, please?

Mimo lagih sibuk nonton re-run acara TV-ga-penting-tapi-menyenangkan-karena-ada-choky "Take Me Out Indonesia" .. tiba-tiba Joana lari ke arah kamar dan begitu sampe di pintu langsung nengok ke si mimo sambil melambaikan tangan .. katanya,"Mo, da..dah.."

Mimo tanya, "Lha kok mimo didadahin, emang anak mimo ini mau pergi ke mana?"

Joana jawab, "Minum. Bobo."
Sambil senyum. Manis banget.
Trus dia ambil dot-nya di meja makan dan beneran beranjak naek ke ranjang utk tidur.
Singkat , padat , jelas.

------
------

Ow man! Darn! Ternyata ini rasanya jadi mama.
Baby girl mimo udah besar. Udah bisa diajak komunikasi verbal.. and more, she talked sweetly. Ouch!
Small things but successfully made me take a deep breath.
For me, it feels like heaven ... especially the smiling part.
But at the opposite feeling said that soon I'm gonna miss such moments. Realizing one day she'll grow up, she might not do that sweet thing to me again before sleeping or even ashamed to do that in front of people.

Just cant stop the time .. and I dont wanna do it either.
Meanwhile .. Let me enjoy this motherhood-candy!

And.. Joana! When you grew up oneday and read this posting, ..
"May I ask you more candies, please?"
I am addicted.

Bahagia Menjadi Nomor Dua

Puluhan tahun lalu, David C Mc. Clleland pernah dikenal dengan idenya tentang masyarakat berprestasi. Hampir setiap negara, korporasi tertarik mempercepat pertumbuhan dengan menginjeksikan virus motivasi berprestasi. Fundamental dalam ide ini, kehidupan hanya layak dijalani bila menjadi nomer satu. Dan sekian puluh tahun setelah ide ini berlalu, tampaknya penyebaran virusnya masih berjalan cepat.

Di dunia korporasi, pusat pertumbuhan dari mana masa depan banyak dipersiapkan, ditandai oleh semakin derasnya penyebaran virus ini.

Dalam pergeseran-pergeseran kekuasaan negara juga serupa. Yang berpengaruh adalah tokoh seperti George W. Bush, John Howard yang agresif, diimbangi oleh teroris yang tidak kalah agresif. Sebagai hasilnya, suhu hubungan antarmanusia di dunia memanas dari hari ke hari.

Soal implikasi kemajuan materi dari injeksi virus berprestasi, memang tidak diragukan. Namun semua ada ongkosnya. Kedamaian, kebahagiaan dan kenyamanan jiwa hanyalah sebagian hal yang mesti dikorbankan.

Isu pemanasan global yang belakangan ditiupkan ulang secara besar-besaran oleh Al Gore, belum terlihatnya tanda-tanda perdamaian akibat serangan AS ke Afghanistan dan Irak, serta memanasnya suhu politik di beberapa negara yang dulunya sejuk seperti Thailand dan Myanmar hanyalah sebagian tanda.

Negeri ini juga serupa. Sepuluh tahun reformasi ditandai oleh gesekan-gesekan antarelit yang berebut menjadi nomer satu. Di zaman pemilihan kepala daerah secara langsung, rakyat teramat sibuk melayani elit yang semuanya mau nomer satu.


Rahasia-rahasia sentuhan

Sebagaimana ditulis Daoed Joesoef tentang ekonomi Jepang. Tiang penopang kemajuan Jepang yang mengagumkan itu adalah ibu rumah tangga yang melaksanakan tugas keibuannya dengan rasa bangga dan bahagia.

Cerita India juga serupa. Begitu India merdeka, dengan ikhlas Mahatma Gandhi memberikan kursi perdana menteri kepada Nehru. Sebuah keputusan yang menyelamatkan India, sekaligus memberikan kesempatan India bertumbuh tanpa diganggu virus perseteruan menjadi nomer satu.

Mohammad Hatta adalah legenda Indonesia. Ia berbahagia mengisi hidupnya dengan menjadi nomer dua. Beberapa kali pun terjadi perselisihan dengan orang nomer satu ketika itu, ia selamatkan negeri ini dengan cara berbahagia menjadi nomer dua.

Di Timur pernah lahir guru agung dengan cahaya terang benderang. Jauh sebelum ia mengalami pencerahan, guru ini pernah lahir sebagai kura-kura. Suatu hari di tengah lautan, kura-kura ini melihat manusia terapung. Hanya karena menempatkan hidup orang lebih penting dari hidupnya, ia gendong manusia ini ke pinggir pantai. Setelah kelelahan di pantai, ia tertidur. Dan terbangun dalam keadaan tubuh yang sudah diselimuti ribuan semut. Lagi-lagi karena menganggap hidup orang lebih penting dari hidupnya, ia biarkan ribuan semut ini memakan tubuhnya sampai mati. Padahal, hanya dengan sebuah gerakan ke arah laut, ia selamat dan ribuan semut ini mati.

Terinspirasi dari kehidupan seperti inilah, kemudian lahir orang-orang seperti Master Hsing Yun. Dalam karya indahnya The Philosophy of Being Second, guru rendah hati yang banyak dipuji ini bertutur mengenai rahasia hidupnya. Di salah satu pojokan bukunya ia menulis:

’you are important, he is important, I am not’.

Terdengar aneh memang, terutama bagi mereka yang biasa menyembah ego, meletakkan nomer satu sebagai satu-satunya kelayakan kehidupan.


Namun bagi raksasa pelayanan kelas dunia seperti Singapore Airlines dll, keberhasilan mereka disebabkan karena rajin mengajari orang-orangnya: ’orang lain penting, saya tidak penting’. Dalai Lama is a living spiritual giant. Mendapat hadiah nobel perdamaian dan penghargaan sivil tertinggi di AS yang membuatnya sejajar dengan George Washington dan Paus Yohanes Paulus II. Rahasia di balik semua ini juga serupa: musnahnya semua ego, kemudian hanya menyisakan kebajikan.

Lebih-lebih pejalan kaki di jalan Tuhan dan jalan Buddha. Hampir tidak pernah terdengar kalau ego dan kecongkakan membawa seseorang sampai di tempat jauh. Mereka-mereka yang dikagumi di jalan ini, hampir selalu ditandai oleh kesediaan menempatkan orang lain di nomer satu, kemudian membangun kebahagiaan dengan membahagiakan orang lain.

Bagi seorang Master Hsing Yun malah lebih jauh lagi: being touched is the most wonderful thing in life. Tersentuh (apa lagi sampai menitikkan air mata) adalah pengalaman batin yang menawan. Siapa saja yang berhasil membuat orang lain tersentuh, tidak saja sedang menciptakan kebahagiaan, juga membuat orang membangun tembok-tembok kesetiaan yang susah ditembus.

Di sebuah pojokan kehidupan guru rendah hati ini, pernah terjadi ia demikian dipuji, dikagumi. Sehingga tidak saja dirinya yang menitikkan air mata, langit yang biru tanpa awan sedikit pun ikut meneteskan air mata dengan menurunkan hujan. Seperti sedang bercerita, tidak ada kecongkakan yang menyentuh hati.

Kebajikan, ketulusan, kesediaan membangun kebahagiaan di bawah kebahagiaan orang lain, itulah rahasia-rahasia sentuhan.

Alam memang penuh tanda. Ia tidak melarang manusia menjadi nomer satu. Jumlah batu yang menjadi puncak gunung jauh lebih sedikit dibandingkan batu yang menjadi lereng dan dasar gunung.

Bila usaha hanya berujung pada nomer dua, ia sebuah pertanda mulia: kita sedang menjadi lereng dan membuat orang lain jadi nomer satu di puncak gunung.
Bukankah ini sebuah sikap yang menyentuh?

Perlambang alam lain, kelapa tumbuh di pantai, cemara tumbuh di gunung. Mc. Clleland telah membuat banyak manusia jadi nomer satu, lengkap dengan hawa panas ala kelapa di pantai. Master Hsing Yun memberikan inspirasi tentang kehidupan yang menyentuh karena berbahagia jadi nomer dua, mempersilahkan orang lain jadi nomer satu, mirip dengan cemara yang sejuk di gunung. Bila pencinta nomer satu berfokus pada menjadi benar dan hebat, kesejukan ala cemara berfokus pada menjadi baik dan menyentuh. Ia serupa dengan kisah tiga anak yang memilih tiga buah pir pemberian tetangga. Murid Mc.Clleland akan memilih yang terbesar dan tersegar. Anak yang batinnya sejuk akan memilih yang terkecil dan terjelek. Ia berbahagia melihat orang lain menikmati buah pir yang besar dan segar.

Dan Anda pun bebas memilih ikut yang mana.

*source : Gede Prama blogdetik - Juni 2009

feeling emotionally weak lately. Then found this article. Thanks Pak Gede , for opening my point-of-view so I am able to see things from both sides. And I decide.

Justa morning thoughts

Berat banget berangkat kerja pagi ini secara pikiran udah pengen natalan di rumah tapi belom kesampean.. akhirnya di jalan tol nyetirpun sambil ga jelas mikir apa.
Sambil dengerin Delon nyanyi di radio, hati ini gregetan juga sama mobil di depan yg jalannya kae semut lemot .. tambah gregetan pengen nyalib lewat jalur kanan juga full banget. Setelah 1 menit gregetan baru saya nengok jalur kiri eh kosong .. langsung deh saya ambil kiri melaju dengan enak soalnya jalur kosong dan selamet sampe kantor.

Funny how tiba-tiba saya kepikiran .. kok 'perjalanan' pagi ini mirip seperti refleksi jalan hidup saya? Jelas saya punya cita-cita yg jadi patokan 'goal' saya .. dan selama proses menuju ke sana ga mulus pasti ada kendala, ada hambatan yg saya sebut masalah. Saat masalah menghadang di depan, hati ini gregetan banget pengen kesel marah dan di saat itu pula saya harus decide. Banyak pilihan ... bisa terus mengikuti masalah atau selesaikan masalah. Oke, pasti saya pilih selesaikan masalah! Tapi kadang saya mentok dengan satu solusi yg mana solusi itu belum mungkin dilakukan saat itu dan saya ber'kutat' terus di situ berpusing-pusing .. sampe lupa.. padahal ada peluang lain di tempat lain .. cuma masalahnya berani ga yah take the chance..

umm.. is it what You are trying to tell me ?
Thank you so very much for reminder.

Laskar Pelangi


mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
berlarilah tanpa lelah
sampai engkau meraihnya

laskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
warnai bintang di jiwa

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada Yang kuasa
cinta kita di dunia
selamanya ..

cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau hidup kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita


 
Copyright 2009 shinin' m0nch